Monday, August 10, 2015

Titik Persembunyian

Aku bersembunyi.
Bersembunyi di hitamnya kopi.
Manisnya gula.

Bersembunyi di gelapnya malam.
Teriknya siang.

Bersembunyi di bulatnya bulan purnama.
Dan Terangnya bintang.

Aku bersembunyi.
Sembunyi dari semua kepura-puraan ini.

Dahulu aku suka bersembunyi.
Aku tak henti hentinya mencintai titik persembunyianku.

Dan aku berada pada titik di mana,
Kopi berubah menjadi coklat.
Gula berubah menjadi pahit.

Malam berubah menjadi subuh.
Siangpun berubah menjadi senja.

Bulan menghilang dari langit malam.
Dan bintang tenggelam pada gelapnya awan.


Apakah aku harus terus menyukai titik persembunyianku?

Atau haruskah ku lepas, semua senyum piluku.

dls