Aku termenung.
Hei. Pekerjaanku sudah habis. Stupa sudah lewat. Hanya pekerjaan kantor yang menyibukanku. Sibuk tak sibuk. Tangan sibuk memegang mouse. Pikiran sibuk memikirkanmu.
Salahkah?
Tak bisakah kau menunggu sedikittt lagi. Kau tau hatiku sepenuhnya untukmu. Kau tau aku seperti ini. Tak bisakah kau mengerti ku sedikit lg. 6 bulan lg. Waktu yang sebentar jika kau sudah memutuskan untuk hidup bersamaku sepanjang masa hidupmu.
Aku termenung.
Mengingat masa’ dimana kita belum berubah.
Aku menyalahkan keadaan. Tp memang ialah yang patut dipersalahkan. Aku menyalahkan diriku. Karena dirikulah yang berubah karena keadaan. Jadi. Apa yang harus kuperbuat?
2 hari aku menangis setelah hari itu. Setelah itu. Aku kuat. Yeah. Kuat. Berusaha kuat untuk menghadapi titik titik penghabisan stupa 7 smstr ini.
Sekarang. Pekerjaan yang menyita seluruh perhatianku sudah habis. Kemana aku harus berlari? Kemana aku harus memusatkan perhatianku jika kamu lah pusat dari smua itu?
Akulah si patah hati. aku tau kamu sudah memutuskan seperti itu. Dari beberapa saat lalu. Tapi. Ternyata, aku masih tidak siap. Walaupun aku sudah tau dari perubahan’ yang terjadi.
Aku masih mengingat. Kau berkata tidak ada yang berubah. Tapi kau berubah pikiran. Oh, ternyata perasaanku ke kamu sudah berubah, pikirmu. Aku tau itu. Tapi aku berusaha menyangkal dari lubuk hati yang paling dalam. Aku berusaha menyangkal. Menyangkal apa yang telah berubah. menyangkal ap yang terjadi.
Apa kamu tau. Sebenarnya aku selalu memperhatikanmu. Aku selalu memikirkanmu. Mungkin memang salahku tidak mengekspresikannya. Memang salahku tidak memperlihatkannya kepadamu lewat tindakan. Sekarang. Kamu lelah. Akupun lelah dengan perubahan sikapmu.
Aku berusaha menerima. Tapi ternyata, aku tak bisa. Belum bisa mungkin. Aku akan terus berusaha. Tp bagaimana aku bisa berusaha jika pikiranku hanya terpusat padamu?
Tolong jelaskan padaku apa yang harus aku lakukan.
Jelaskan perlahan.
Dan aku akan mencoba mengerti semuanya.
Aku kan mencoba.
Mencoba melupakanmu.
Mencoba melupakan cinta kita.
-diansutedja-
-diansutedja-
No comments:
Post a Comment